Mitos & Fakta IRT UTBK 2026: Hoax yang Wajib Diketahui Camaba
Bongkar mitos dan fakta seputar sistem penilaian IRT di UTBK 2026. Hoax yang beredar dan kebenaran yang wajib diketahui calon mahasiswa baru.

Mitos & Fakta IRT UTBK 2026: Hoax yang Wajib Diketahui Camaba
Apa saja mitos tentang IRT yang beredar? Mana yang hoax dan mana yang fakta?
Banyak mitos dan hoax beredar tentang sistem penilaian IRT di UTBK 2026. Sebagai camaba, penting untuk membedakan fakta dari hoax agar tidak salah strategi.
Banyak camaba bingung: "Apakah mengosongi jawaban tidak mempengaruhi nilai?" atau "Apakah IRT adil untuk semua?"
Artikel ini bongkar semua mitos dan jelaskan fakta sebenarnya tentang sistem IRT di UTBK 2026.
Yang penting: Paham fakta = strategi tepat!
Mitos 1: "Mengosongi Jawaban Tidak Mempengaruhi Nilai"
Mitos:
"Kalau tidak tahu jawaban, lebih baik dikosongi karena tidak akan mengurangi nilai."
Fakta:
🚫 HOAX! Mengosongi jawaban = 0 poin. Tebak = minimal 25% chance dapat poin (untuk 4 pilihan).
Penjelasan:
- Kosong = 0 poin (pasti tidak dapat poin)
- Tebak = Expected Value positif (minimal 25% untuk 4 pilihan)
- No negative scoring berarti tidak ada penalti untuk jawaban salah
Kesimpulan: LEBIH BAIK TEBAK DARIPADA KOSONG!
Mitos 2: "IRT Tidak Adil untuk Semua Peserta"
Mitos:
"IRT lebih menguntungkan peserta yang dapat paket soal mudah."
Fakta:
✅ FAKTA: IRT justru lebih adil karena menggunakan equating untuk menyamakan tingkat kesulitan antar paket soal.
Penjelasan:
- Equating: Menyamakan tingkat kesulitan antar paket soal
- Theta estimation: Mengukur kemampuan sebenarnya, bukan jumlah benar
- Fair assessment: Skor tidak tergantung paket soal yang diambil
Kesimpulan: IRT LEBIH ADIL DARI SISTEM LAMA!
Mitos 3: "Jawab Banyak Soal Mudah Lebih Baik"
Mitos:
"Lebih baik jawab banyak soal mudah dengan benar daripada sedikit soal sulit."
Fakta:
⚠️ SALAH! Sistem IRT memberikan bobot lebih tinggi untuk soal sulit yang dijawab benar.
Penjelasan:
- Soal mudah (b = -1): Bobot rendah
- Soal sedang (b = 0): Bobot sedang
- Soal sulit (b = +1): Bobot tinggi
📝Contoh Bobot Soal IRT
Skenario A: Jawab 50 soal mudah benar = Skor 500 Skenario B: Jawab 30 soal sulit benar = Skor 650
Kesimpulan: Lebih baik jawab benar soal sulit!
Kesimpulan: LEBIH BAIK JAWAB BENAR SOAL SULIT!
Mitos 4: "IRT Hanya Menghitung Jumlah Benar"
Mitos:
"IRT sama saja dengan sistem lama, hanya menghitung jumlah benar."
Fakta:
💡 SALAH! IRT menggunakan model matematika kompleks yang mempertimbangkan pola jawaban, tingkat kesulitan, dan daya pembeda soal.
Penjelasan:
- IRT: Mempertimbangkan pola jawaban + parameter soal (a, b, c)
- Sistem lama: Hanya menghitung jumlah benar
- Theta estimation: Mengukur kemampuan sebenarnya, bukan jumlah benar
Kesimpulan: IRT LEBIH KOMPLEKS DAN AKURAT!
Mitos 5: "Tebak-Tebakan Merugikan"
Mitos:
"Lebih baik tidak jawab daripada tebak karena tebak bisa mengurangi nilai."
Fakta:
✅ SALAH! No negative scoring berarti tebak tidak merugikan. Lebih baik tebak daripada kosong.
Penjelasan:
- No negative scoring: Tidak ada penalti untuk jawaban salah
- Expected Value: Tebak = minimal 25% chance dapat poin
- Kosong: 0% chance dapat poin
📐 Expected Value Tebakan
EV Tebak = (0.25 × Poin) + (0.75 × 0) = 0.25 × Poin EV Kosong = 0
Kesimpulan: Tebak lebih baik daripada kosong!
Kesimpulan: TEBAK LEBIH BAIK DARIPADA KOSONG!
Mitos 6: "IRT Hanya untuk Soal Sulit"
Mitos:
"IRT hanya berlaku untuk soal sulit, soal mudah dinilai biasa saja."
Fakta:
💡 SALAH! IRT berlaku untuk semua soal, baik mudah, sedang, maupun sulit.
Penjelasan:
- IRT menghitung theta berdasarkan semua jawaban
- Parameter b (difficulty) menentukan tingkat kesulitan
- Semua soal dinilai dengan sistem IRT
Kesimpulan: IRT BERLAKU UNTUK SEMUA SOAL!
Mitos 7: "Skor IRT Bisa Dimanipulasi"
Mitos:
"Kalau tahu cara kerja IRT, bisa dimanipulasi untuk dapat skor tinggi."
Fakta:
🚫 HOAX! IRT dirancang untuk mencegah manipulasi. Sistem adaptive testing dan equating membuat manipulasi sulit dilakukan.
Penjelasan:
- Adaptive testing: Soal disesuaikan dengan kemampuan
- Equating: Menyamakan tingkat kesulitan
- Theta estimation: Mengukur kemampuan sebenarnya
Kesimpulan: IRT SULIT DIMANIPULASI!
Mitos 8: "IRT Hanya untuk TPS, Bukan untuk Literasi"
Mitos:
"IRT hanya digunakan untuk TPS (PU, PPU, PBM, PK), tidak untuk Literasi (LBI, LBE) dan PM."
Fakta:
⚠️ SALAH! IRT digunakan untuk semua subtes: TPS (PU, PPU, PBM, PK), Literasi (LBI, LBE), dan Penalaran Matematika (PM).
Penjelasan:
- TPS: PU (30 soal), PPU (20 soal), PBM (20 soal), PK (20 soal)
- Literasi: LBI (30 soal), LBE (20 soal)
- Penalaran Matematika: PM (20 soal)
- Semua subtes dinilai dengan sistem IRT
Kesimpulan: IRT UNTUK SEMUA SUBTES!
Mitos 9: "Skor IRT Tidak Bisa Diprediksi"
Mitos:
"Skor IRT tidak bisa diprediksi karena sistemnya terlalu kompleks."
Fakta:
✅ SEBAGIAN BENAR! Skor IRT memang kompleks, tapi bisa diprediksi dengan tryout yang menggunakan sistem IRT.
Penjelasan:
- Tryout IRT: Memberikan estimasi skor yang akurat
- Practice: Latihan dengan sistem IRT membantu prediksi
- Analysis: Analisis performa membantu estimasi skor
Kesimpulan: SKOR IRT BISA DIPREDIKSI DENGAN TRYOUT!
Mitos 10: "IRT Lebih Sulit dari Sistem Lama"
Mitos:
"IRT membuat ujian lebih sulit karena sistemnya lebih kompleks."
Fakta:
💡 TIDAK TEPAT! IRT tidak membuat ujian lebih sulit. IRT hanya mengukur kemampuan dengan lebih akurat.
Penjelasan:
- Tingkat kesulitan soal: Sama dengan sistem lama
- Sistem penilaian: Lebih akurat, bukan lebih sulit
- Fairness: Lebih adil untuk semua peserta
Kesimpulan: IRT TIDAK MEMBUAT UJIAN LEBIH SULIT!
Fakta Penting tentang IRT yang Wajib Diketahui
Fakta 1: No Negative Scoring
✅ BENAR: Tidak ada penalti untuk jawaban salah. Lebih baik tebak daripada kosong.
Fakta 2: Adaptive Testing
✅ BENAR: Soal disesuaikan dengan kemampuan. Jawab benar = soal lebih sulit.
Fakta 3: Equating
✅ BENAR: Menyamakan tingkat kesulitan antar paket soal. Adil untuk semua.
Fakta 4: Theta Estimation
✅ BENAR: Mengukur kemampuan sebenarnya, bukan jumlah benar.
Fakta 5: Parameter Soal
✅ BENAR: Setiap soal memiliki parameter a (discrimination), b (difficulty), c (guessing).
FAQ: Mitos & Fakta IRT
Q: Apakah mengosongi jawaban tidak mempengaruhi nilai?
A: HOAX! Mengosongi = 0 poin. Lebih baik tebak karena minimal 25% chance dapat poin.
Q: Apakah IRT adil untuk semua peserta?
A: FAKTA! IRT lebih adil karena menggunakan equating untuk menyamakan tingkat kesulitan.
Q: Apakah lebih baik jawab banyak soal mudah?
A: SALAH! Lebih baik jawab benar soal sulit karena bobot lebih tinggi.
Q: Apakah tebak-tebakan merugikan?
A: SALAH! No negative scoring berarti tebak tidak merugikan. Lebih baik tebak daripada kosong.
Q: Apakah IRT hanya untuk TPS?
A: SALAH! IRT untuk semua subtes: TPS (PU, PPU, PBM, PK), Literasi (LBI, LBE), dan PM.
Kesimpulan: Pahami Fakta, Abaikan Mitos
Banyak mitos dan hoax beredar tentang sistem IRT. Sebagai camaba, penting untuk membedakan fakta dari hoax agar tidak salah strategi.
Fakta Penting:
- ✅ No negative scoring: Lebih baik tebak daripada kosong
- ✅ IRT lebih adil: Menggunakan equating untuk fairness
- ✅ Soal sulit bobot tinggi: Lebih baik jawab benar soal sulit
- ✅ IRT untuk semua subtes: PU, PPU, PBM, PK, LBI, LBE, PM
Mitos yang Harus Dihindari:
- ❌ Mengosongi tidak mempengaruhi nilai (HOAX!)
- ❌ IRT tidak adil (HOAX!)
- ❌ Tebak-tebakan merugikan (HOAX!)
Ingat: Pahami fakta, abaikan mitos, terapkan strategi tepat!
Siap terapkan fakta IRT untuk sukses UTBK 2026?
Fakta IRT = Kunci sukses. Abaikan mitos, terapkan fakta!

Tim Redaksi aimasukptn.com
Tim konten ahli persiapan SNBT dan seleksi PTN dengan pengalaman mendampingi ribuan siswa lolos PTN favorit
Kata Kunci
Siap latihan soal SNBT 2026?
Dapatkan akses ke ribuan soal SNBT terbaru dengan penjelasan AI tutor yang detail. Mulai berlatih sekarang dan tingkatkan peluang lolos PTN favorit!


