Sisa 2 Bulan Sebelum SNBT 2026: Rencana Realistis yang Masih Bisa Menyelamatkanmu
Persiapan SNBT 2 bulan yang realistis: rencana 8 minggu, jadwal harian 3-4 jam, dan strategi fokus subtes yang paling cepat naik skornya. Bukan motivasi kosong.

Sisa 2 Bulan Sebelum SNBT 2026: Rencana Realistis yang Masih Bisa Menyelamatkanmu
Kamu buka artikel ini kemungkinan besar karena satu hal: panik.
SNBT 2026 tinggal sekitar 2 bulan lagi dan kamu merasa belum siap — mungkin belum belajar sama sekali, atau sudah coba-coba tapi belum konsisten. Perasaan itu valid. Tapi sebelum kamu spiral lebih jauh, baca ini: 2 bulan itu CUKUP untuk persiapan SNBT yang serius, kalau kamu tahu harus fokus ke mana.
Artikel ini bukan motivasi kosong tipe "kamu pasti bisa!" tanpa isi. Ini rencana konkret 8 minggu yang bisa kamu eksekusi mulai hari ini — dengan jadwal realistis 3-4 jam per hari, bukan 12 jam yang cuma bertahan 2 hari.
Yang akan kamu dapat dari artikel ini:
- Prinsip 80/20 untuk memilih subtes prioritas
- Breakdown detail per minggu (Minggu 1-8)
- Jadwal harian yang realistis untuk siswa SMA
- Kapan harus tryout dan cara evaluasinya
Artikel ini bagian dari seri persiapan SNBT 2 bulan. Baca juga: Mulai dari Nol, Subtes yang Paling Cepat Naik, dan Jadwal Harian Siap Pakai.
Realita: 2 Bulan Cukup, Tapi Jangan Serakah
Pertama, fakta yang perlu kamu terima:
2 bulan = 56 hari = sekitar 168-224 jam belajar efektif (dengan 3-4 jam per hari). Itu waktu yang cukup signifikan kalau dimanfaatkan dengan benar.
Tapi ini juga artinya kamu tidak bisa menguasai semua subtes secara sempurna. Yang bisa kamu lakukan adalah memaksimalkan skor di subtes yang paling responsif terhadap latihan intensif, sambil menjaga subtes lain di level aman.
Menurut data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), SNBT 2026 terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. TPS terdiri dari 4 subtes: Penalaran Umum (PU), Pengetahuan Kuantitatif (PK), Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM), dan Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU). Sementara Tes Literasi terdiri dari Literasi Bahasa Indonesia (LBI), Literasi Bahasa Inggris (LBE), dan Penalaran Matematika (PM).
Kabar baiknya: tidak semua subtes butuh waktu belajar yang sama. Beberapa subtes bisa naik drastis dalam hitungan minggu.
Prinsip 80/20: Fokus ke Subtes yang Paling Bisa Naik
Prinsip Pareto bilang 80% hasil datang dari 20% usaha — dan ini sangat berlaku untuk persiapan SNBT 2 bulan.
Subtes yang paling cepat improve dengan latihan intensif:
| Subtes | Potensi Kenaikan dalam 2 Bulan | Kenapa |
|---|---|---|
| PK (Pengetahuan Kuantitatif) | Tinggi | Pola soal terbatas, drill langsung terasa hasilnya |
| PU (Penalaran Umum) | Tinggi | Logika bisa dilatih, bukan hafalan |
| PBM (Pemahaman Bacaan) | Sedang-Tinggi | Teknik reading bisa dipelajari dalam hitungan minggu |
| LBI (Literasi Bahasa Indonesia) | Sedang | Strategi baca cepat + pemahaman konteks |
| PM (Penalaran Matematika) | Sedang | Butuh fondasi, tapi ada pola-pola yang bisa dikuasai |
| LBE (Literasi Bahasa Inggris) | Rendah-Sedang | Butuh vocabulary yang tidak bisa dibangun instan |
Baca analisis lengkapnya di artikel terpisah: Subtes SNBT yang Paling Cepat Naik Skornya.
Strategi alokasi waktu yang disarankan:
- 50% waktu → PK + PU (TPS Kuantitatif & Logika)
- 25% waktu → PBM + LBI (Reading & Literasi)
- 15% waktu → PM (Penalaran Matematika)
- 10% waktu → LBE (Literasi Bahasa Inggris)
Alokasi di atas adalah default. Kalau kamu sudah kuat di PK tapi lemah di PBM, sesuaikan. Yang penting: jangan bagi rata waktu ke semua subtes. Fokus itu kuncinya.
Minggu 1-2: Diagnostic dan Fondasi
Tujuan: Tahu posisi kamu sekarang dan bangun fondasi di subtes prioritas.
Minggu 1: Diagnostic
Hari 1-2: Kerjakan 1 tryout full SNBT (simulasi lengkap semua subtes). Jangan belajar dulu — kerjakan apa adanya. Ini diagnostic murni.
Hari 3: Analisis hasil tryout:
- Subtes mana yang skornya paling rendah?
- Subtes mana yang paling banyak soal "hampir benar" (tahu konsepnya tapi salah eksekusi)?
- Subtes mana yang benar-benar blank?
Hari 4-7: Mulai fondasi PU dan PK:
- PU: Pelajari 5 tipe pola penalaran dasar (silogisme, analogi, penalaran logis, penalaran analitis, penalaran diagram)
- PK: Review rumus-rumus dasar (persentase, rasio, rata-rata, deret)
Minggu 2: Fondasi Lanjutan
- PU: Latihan 15-20 soal per hari, fokus di tipe yang paling lemah dari diagnostic
- PK: Latihan 15-20 soal per hari, mulai dari level mudah ke sedang
- PBM: Mulai teknik reading — baca soal dulu sebelum teks, identifikasi keyword
Targetmu di akhir Minggu 2: sudah tahu persis kelemahan spesifik kamu di tiap subtes dan sudah punya fondasi PU + PK level dasar.
Minggu 3-4: Drilling Targeted per Kelemahan
Tujuan: Deep dive ke kelemahan spesifik, bukan belajar semua topik.
Minggu 3: Intensif TPS
- PU (1.5 jam/hari): Naik ke soal level sedang. Fokus di tipe soal yang sering keluar. Kalau salah, jangan cuma lihat pembahasan — pahami pola pikir yang benar.
- PK (1 jam/hari): Mulai drill tipe soal favorit SNBT: perbandingan, persentase perubahan, interpretasi data tabel.
- PBM (30 menit/hari): Latihan 2-3 teks per hari. Fokus: menemukan ide pokok dan inferensi.
Minggu 4: Mulai Literasi + PM
- PU + PK (1.5 jam/hari): Lanjut drilling, mulai campur soal level sedang-sulit
- LBI (30 menit/hari): Teknik pemahaman teks Bahasa Indonesia — fokus di pertanyaan tipe "makna tersirat" dan "kesimpulan"
- PM (30 menit/hari): Review konsep-konsep yang sering keluar — aljabar dasar, geometri sederhana, statistika dasar
- Tryout Mini 1: Kerjakan tryout TPS saja (PU + PK + PBM + PPU). Bandingkan dengan diagnostic Minggu 1.
Minggu 5-6: Mixed Practice dan Tryout Rutin
Tujuan: Simulasi kondisi ujian sebenarnya. Biasakan otak switching antar subtes.
Minggu 5: Transisi ke Mixed Practice
Mulai dari minggu ini, jangan latihan per subtes saja. Campur:
- Sesi 1 (1.5 jam): Mixed TPS — soal PU, PK, PBM, PPU dicampur dalam 1 sesi
- Sesi 2 (1 jam): Fokus Literasi (LBI + PM bergantian tiap hari)
- Sesi 3 (30 menit): Review kesalahan hari sebelumnya
Tryout Full 1: Akhir Minggu 5, kerjakan tryout full SNBT lagi. Hitung kenaikan dari diagnostic awal.
Minggu 6: Intensifikasi Tryout
- 2x tryout per minggu (Rabu malam + Sabtu pagi)
- Sisa hari: drilling kelemahan yang muncul dari tryout
- Mulai perhatikan time management — berapa menit per soal? Di subtes mana kamu kehabisan waktu?
Target di akhir Minggu 6: skor tryout naik minimal 15-20% dari diagnostic awal. Kalau belum, fokuskan Minggu 7-8 ke subtes yang paling stagnan.
Minggu 7-8: Peak Performance dan Persiapan Mental
Tujuan: Fine-tuning, bukan belajar hal baru. Kondisi mental = 30% dari skor.
Minggu 7: Fine-Tuning
- 3x tryout minggu ini (Senin, Rabu, Sabtu)
- Fokus: eliminasi kesalahan ceroboh, bukan menambah materi baru
- Review semua tryout — buat list "kesalahan yang sering diulang"
- LBE: Di minggu ini, latihan reading Bahasa Inggris 15-20 menit per hari sebagai maintenance
Minggu 8 (H-7 sampai Hari-H): Persiapan Final
- H-7 sampai H-4: 1 tryout full + review ringan
- H-3 sampai H-2: Latihan soal ringan (30 menit), fokus ke tipe soal favoritmu (confidence booster)
- H-1: ISTIRAHAT TOTAL. Tidak belajar. Tidur cukup. Siapkan perlengkapan ujian.
Baca panduan lengkap H-7: Strategi H-7 SNBT 2026.
Jangan belajar materi baru di Minggu 8. Otakmu butuh konsolidasi, bukan input baru. Trust the process — apa yang sudah kamu pelajari selama 7 minggu sudah cukup.
Jadwal Harian Realistis (3-4 Jam)
Ini bukan jadwal 12 jam yang cuma bertahan 2 hari. Ini jadwal yang bisa kamu jalankan setiap hari selama 8 minggu.
Versi Siswa SMA (Masih Sekolah)
| Waktu | Aktivitas | Durasi |
|---|---|---|
| 16.00-17.30 | Sesi 1: Subtes prioritas (PU/PK) | 90 menit |
| 19.30-20.30 | Sesi 2: Literasi atau PM | 60 menit |
| 21.00-21.30 | Review kesalahan + flashcard | 30 menit |
| Total | 3 jam |
Versi Gap Year / Libur
| Waktu | Aktivitas | Durasi |
|---|---|---|
| 08.00-09.30 | Sesi 1: Subtes prioritas (PU/PK) | 90 menit |
| 10.00-11.00 | Sesi 2: Subtes kedua (PBM/LBI) | 60 menit |
| 14.00-15.00 | Sesi 3: PM atau LBE | 60 menit |
| 20.00-20.30 | Review kesalahan hari ini | 30 menit |
| Total | 4 jam |
Jadwal lengkap dengan breakdown per minggu ada di: Jadwal Belajar Harian SNBT 2 Bulan.
Konsistensi 3 jam/hari selama 56 hari = 168 jam belajar efektif. Itu jauh lebih powerful daripada 8 jam/hari yang cuma bertahan 2 minggu lalu burnout.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Dalam persiapan SNBT 2 bulan, beberapa kesalahan bisa menghabiskan waktu yang sudah terbatas:
1. Belajar Semua Subtes dengan Porsi Sama
Kamu punya 2 bulan, bukan 6 bulan. Kalau kamu bagi rata waktu ke 7 subtes, setiap subtes cuma dapat ~24 jam. Itu tidak cukup untuk naik signifikan di mana pun. Pilih 2-3 subtes prioritas.
2. Terlalu Banyak Nonton Video, Kurang Latihan Soal
Nonton video penjelasan itu passive learning. Yang bikin skor naik adalah active practice — mengerjakan soal, salah, analisis kenapa salah, coba lagi. Rasio ideal: 30% teori, 70% latihan soal.
3. Tidak Pernah Tryout Full
Mengerjakan soal per subtes itu bagus untuk drilling. Tapi kalau kamu tidak pernah simulasi full SNBT (semua subtes, waktu terbatas), kamu akan kaget saat ujian sebenarnya. Minimal 6 tryout full dalam 8 minggu.
4. Jadwal Belajar Terlalu Ambisius
Jadwal 8 jam per hari terlihat heroik tapi hampir selalu gagal. Otak butuh istirahat. Mulai dari 3 jam, kalau konsisten bisa naik ke 4 jam. Jangan lebih dari itu untuk belajar terfokus.
Frequently Asked Questions
Apakah 2 bulan cukup untuk persiapan SNBT?
Dua bulan (56 hari) cukup untuk persiapan SNBT yang fokus dan terarah. Dengan belajar 3-4 jam per hari, kamu punya 168-224 jam belajar efektif. Kuncinya adalah fokus ke subtes yang paling cepat naik (PK dan PU) daripada menyebar ke semua subtes rata. Banyak siswa yang memulai persiapan 2 bulan sebelum SNBT berhasil lolos PTN favorit mereka.
Subtes SNBT mana yang harus diprioritaskan kalau waktu terbatas?
Prioritaskan PK (Pengetahuan Kuantitatif) dan PU (Penalaran Umum). Dua subtes ini paling responsif terhadap latihan intensif karena mengandalkan pola dan logika, bukan hafalan. Dengan 2 bulan drilling konsisten, kamu bisa naik 20-30% di kedua subtes ini.
Berapa jam per hari yang ideal untuk belajar SNBT?
3-4 jam per hari adalah durasi optimal untuk belajar terfokus jangka panjang. Riset dari Dr. K. Anders Ericsson tentang deliberate practice menunjukkan bahwa expert performers rata-rata hanya berlatih intensif 3-4 jam per hari. Lebih dari itu, kualitas belajar menurun drastis karena kelelahan kognitif.
Kapan harus mulai tryout full SNBT?
Mulai tryout full SNBT sejak Minggu 1 (sebagai diagnostic), lalu rutin mulai Minggu 5 (2x per minggu). Di Minggu 7, naikkan ke 3x per minggu. Total, kamu harus mengerjakan minimal 6-8 tryout full dalam 8 minggu persiapan.
Bagaimana kalau belum belajar sama sekali sampai sekarang?
Jangan panik. Baca panduan lengkap kami: Belum Belajar SNBT Sama Sekali? Ini Cara Mulai dari Nol. Inti dari artikel itu: mulai dari diagnostic, fokus ke 1 subtes dulu, dan bangun rutinitas minimal 2 jam per hari. Yang penting bukan dari mana kamu mulai, tapi apakah kamu mulai hari ini.
Kesimpulan: 2 Bulan Cukup, Tapi Mulai Sekarang
Persiapan SNBT 2 bulan bukan soal belajar lebih banyak — tapi belajar lebih tepat. Dengan prinsip 80/20, fokus ke subtes high-impact (PK, PU, PBM), jadwal realistis 3-4 jam per hari, dan tryout rutin, kamu bisa meningkatkan skor secara signifikan dalam 8 minggu.
Yang membedakan siswa yang berhasil bukan kapan mereka mulai, tapi bagaimana mereka menggunakan waktu yang ada. Dan kamu masih punya 56 hari.
Jangan buang hari pertama dari 56 hari itu. Mulai sekarang.
Baca selanjutnya:

Tim Redaksi aimasukptn.com
Tim konten ahli persiapan SNBT dan seleksi PTN dengan pengalaman mendampingi ribuan siswa lolos PTN favorit
Kata Kunci
Siap latihan soal SNBT 2026?
Dapatkan akses ke ribuan soal SNBT terbaru dengan penjelasan AI tutor yang detail. Mulai berlatih sekarang dan tingkatkan peluang lolos PTN favorit!


