Kembali ke Blog
strategi-snbt

Subtes SNBT yang Paling Cepat Naik Skornya (Fokus ke Sini Dulu)

Ranking 7 subtes SNBT dari yang paling cepat naik ke paling lambat. PK dan PU bisa naik 20-30% dalam 2 bulan. Strategi alokasi waktu dan tips per subtes.

Tim Redaksi aimasukptn.com
Diperbarui:
10 min read
Bagikan:
Ranking subtes SNBT yang paling cepat naik skornya

Subtes SNBT yang Paling Cepat Naik Skornya (Fokus ke Sini Dulu)

Kalau kamu punya waktu terbatas untuk persiapan SNBT — entah itu 2 bulan, 1 bulan, atau bahkan 2 minggu — pertanyaan terpenting bukan "apa yang harus dipelajari?" tapi "di mana skor saya paling cepat naik?"

Tidak semua subtes SNBT diciptakan sama. Ada subtes yang bisa naik 20-30% dalam hitungan minggu dengan latihan intensif. Ada juga yang butuh berbulan-bulan untuk peningkatan kecil.

Artikel ini akan membahas ranking 7 subtes SNBT dari yang paling cepat improve ke paling lambat, berdasarkan analisis pola soal dan pengalaman ribuan siswa di platform aimasukptn.

Hasilnya: kamu bisa mengalokasikan waktu belajar dengan jauh lebih efisien.

Ranking Subtes SNBT: Dari Paling Cepat ke Paling Lambat Naik

Berikut ranking berdasarkan seberapa responsif setiap subtes terhadap latihan intensif jangka pendek (2-8 minggu):

RankingSubtesPotensi Kenaikan (2 bulan)Tipe Skill
1PK (Pengetahuan Kuantitatif)⬆️ 25-35%Pattern-based
2PU (Penalaran Umum)⬆️ 20-30%Logic-based
3PBM (Pemahaman Bacaan & Menulis)⬆️ 15-25%Technique-based
4PPU (Pengetahuan & Pemahaman Umum)⬆️ 10-20%Knowledge + Logic
5LBI (Literasi Bahasa Indonesia)⬆️ 10-20%Technique-based
6PM (Penalaran Matematika)⬆️ 10-15%Foundation-based
7LBE (Literasi Bahasa Inggris)⬆️ 5-15%Vocabulary-based

Kenapa urutannya seperti ini? Mari kita bahas satu per satu.

#1: PK (Pengetahuan Kuantitatif) — Raja Improvement

Potensi kenaikan: 25-35% dalam 2 bulan Kenapa cepat naik: Pola soal terbatas, bisa di-drill

PK adalah subtes dengan return on investment tertinggi untuk waktu belajar. Alasannya:

  • Tipe soal terbatas: PK SNBT didominasi oleh ~8-10 tipe soal yang berulang (persentase, rasio, rata-rata, deret angka, interpretasi tabel/grafik, perbandingan)
  • Bisa di-drill: Begitu kamu hafal pola dan cara penyelesaiannya, skor langsung naik
  • Tidak butuh fondasi mendalam: Matematikanya level SMP-SMA awal, bukan kalkulus

Strategi spesifik PK (2 bulan):

Minggu 1-2: Identifikasi semua tipe soal PK. Kerjakan 10 soal per tipe. Tandai tipe mana yang masih lemah.

Minggu 3-4: Drill intensif tipe soal lemah. Target: 20 soal/hari. Fokus di speed — PK soalnya "mudah" tapi butuh kecepatan.

Minggu 5-8: Mixed practice. Campur semua tipe soal. Target waktu: rata-rata 1.5-2 menit per soal.

Quick win PK: Kuasai 3 tipe soal ini dulu karena paling sering muncul — (1) persentase perubahan, (2) rasio dan perbandingan, (3) interpretasi data tabel. Dengan menguasai 3 tipe ini saja, kamu bisa menjawab ~50% soal PK dengan benar.

#2: PU (Penalaran Umum) — Logika Bisa Dilatih

Potensi kenaikan: 20-30% dalam 2 bulan Kenapa cepat naik: Logika = skill, bukan hafalan

Banyak siswa mengira penalaran umum itu bakat — "kalau otaknya nggak logis ya nggak bisa." Itu salah besar.

Penalaran logis adalah skill yang bisa dilatih, seperti otot. Semakin sering kamu melatihnya, semakin tajam. Menurut penelitian dari Cambridge Assessment, kemampuan penalaran siswa meningkat secara signifikan dengan latihan terstruktur dalam 6-8 minggu.

5 tipe soal PU yang harus kamu kuasai:

  1. Silogisme — "Semua A adalah B. Semua B adalah C. Maka..." → Gunakan diagram Venn
  2. Analogi — "Paku : Palu = Sekrup : ..." → Identifikasi hubungan (fungsi, bagian-keseluruhan, dll)
  3. Penalaran Logis — Premis dan kesimpulan → Cek apakah kesimpulan valid
  4. Penalaran Analitis — Urutan, penempatan, pengelompokan → Buat tabel/matriks
  5. Penalaran Diagram/Pola — Pola visual → Cari aturan perubahan per langkah

Strategi spesifik PU:

  • Latihan 10-15 soal per hari, variasi tipe
  • Untuk soal yang salah, jangan cuma baca pembahasan — tulis ulang proses berpikirnya dengan kata-katamu sendiri
  • Gunakan teknik eliminasi: di PU, sering lebih mudah membuktikan jawaban yang salah daripada menemukan yang benar

#3: PBM (Pemahaman Bacaan & Menulis) — Teknik lebih dari Banyak Baca

Potensi kenaikan: 15-25% dalam 2 bulan Kenapa lumayan cepat: Ada teknik reading yang bisa dipelajari

PBM bukan tes seberapa banyak kamu membaca buku. PBM adalah tes seberapa efektif kamu mengekstrak informasi dari teks yang belum pernah kamu baca.

3 teknik yang langsung bisa dipakai:

Teknik 1: Baca Soal Dulu, Baru Teks

Jangan baca teks dari awal sampai akhir. Baca pertanyaannya dulu, lalu scan teks untuk menemukan jawaban. Ini menghemat 30-40% waktu.

Teknik 2: Identifikasi Tipe Pertanyaan

  • Ide pokok → Biasanya di paragraf pertama/terakhir
  • Detail spesifik → Scan keyword dari pertanyaan
  • Inferensi/kesimpulan → Gabungkan informasi dari beberapa paragraf
  • Makna kata → Lihat konteks kalimat sebelum dan sesudah

Teknik 3: Eliminasi Jawaban Absolut

Jawaban yang menggunakan kata "selalu", "semua", "tidak pernah", "pasti" biasanya salah. SNBT suka pakai jawaban yang nuanced — "sebagian besar", "cenderung", "pada umumnya."

💡

Latihan PBM paling efektif dengan timer. Set 2-3 menit per soal. Kalau belum selesai, tandai dan lanjut. Kecepatan membaca + akurasi pemahaman harus dilatih bersamaan.

#4: PPU (Pengetahuan & Pemahaman Umum) — Hybrid

Potensi kenaikan: 10-20% dalam 2 bulan Kenapa moderat: Butuh sedikit wawasan umum + logika

PPU adalah gabungan pengetahuan umum dan kemampuan memahami konteks. Soal-soalnya sering berkaitan dengan isu sosial, sains populer, atau fenomena sehari-hari.

Strategi PPU:

  • Baca berita harian 15 menit (koran online, portal berita)
  • Latihan soal PPU 10 soal per hari
  • Untuk soal yang bersifat "opini/sudut pandang", gunakan teknik eliminasi — buang jawaban yang terlalu ekstrem

#5: LBI (Literasi Bahasa Indonesia) — Strategi Baca Cepat

Potensi kenaikan: 10-20% dalam 2 bulan Kenapa moderat: Teknik bisa dipelajari, tapi butuh latihan membaca yang konsisten

LBI mirip PBM tapi dengan teks yang lebih panjang dan pertanyaan yang lebih dalam. Kamu tidak perlu jadi sastrawan — kamu perlu jadi pembaca yang efisien.

Tips spesifik LBI:

  • Latih reading speed: target 200-250 kata per menit untuk teks Bahasa Indonesia
  • Fokus di pertanyaan tipe "tujuan penulis" dan "gagasan utama" — ini yang paling sering muncul
  • Untuk teks argumentasi, identifikasi klaim utama dan bukti pendukung

#6: PM (Penalaran Matematika) — Butuh Fondasi

Potensi kenaikan: 10-15% dalam 2 bulan Kenapa lebih lambat: Butuh pemahaman konsep matematika yang lebih dalam

PM berbeda dari PK. Kalau PK itu "matematika terapan" yang bisa di-drill, PM lebih ke "matematika konseptual" yang butuh pemahaman.

Materi PM yang sering muncul (prioritaskan ini):

TopikFrekuensiLevel
Aljabar (persamaan linear, kuadrat)Sangat seringSedang
Statistika dasar (mean, median, modus)SeringMudah
Geometri sederhana (luas, keliling, volume)SeringSedang
Peluang dasarKadangSedang
Barisan dan deretKadangSedang-Sulit

Strategi PM untuk yang waktunya terbatas:

  • Fokus 80% waktu PM kamu di aljabar dan statistika — ini yang paling sering keluar dan paling bisa dikuasai
  • Sisanya 20% untuk geometri
  • Skip topik yang terlalu sulit (kombinatorika kompleks, trigonometri lanjut) — fokus ke soal yang bisa kamu jawab benar
⚠️

Jangan menghabiskan waktu terlalu banyak di PM kalau fondasimu lemah. Waktu yang sama lebih baik diinvestasikan di PK yang return-nya lebih tinggi. Prinsipnya: perbaiki yang bisa diperbaiki cepat dulu.

#7: LBE (Literasi Bahasa Inggris) — Paling Butuh Waktu

Potensi kenaikan: 5-15% dalam 2 bulan Kenapa paling lambat: Vocabulary dan reading comprehension bahasa asing tidak bisa dibangun instan

Ini kenyataan yang perlu diterima: LBE adalah subtes yang paling sulit dinaikkan dalam waktu singkat. Kemampuan bahasa Inggris dibangun dari tahun-tahun exposure, bukan minggu-minggu drilling.

Tapi bukan berarti kamu harus menyerah. Ada strategi untuk memaksimalkan skor LBE tanpa harus fasih bahasa Inggris:

Strategi LBE untuk non-English speaker:

  1. Kuasai 200 kata akademik yang sering muncul di teks SNBT (academic vocabulary list). Buat flashcard, review 20 kata per hari.
  2. Gunakan teknik reading yang sama dengan PBM — baca soal dulu, scan teks, eliminasi jawaban.
  3. Jangan terjemahkan semua kata — Cari makna dari konteks. Kalau ada 1-2 kata yang tidak kamu tahu, sering kali kamu bisa tetap menjawab soal dari konteks kalimat.
  4. Fokus di soal "main idea" dan "purpose" — Ini bisa dijawab bahkan dengan vocabulary terbatas.

Alokasi waktu rekomendasi: Jangan lebih dari 10-15% total waktu belajarmu di LBE. Investasikan sisanya di subtes yang return-nya lebih tinggi.

Strategi Alokasi Waktu Belajar per Hari

Berdasarkan ranking di atas, berikut rekomendasi alokasi waktu harian untuk persiapan SNBT 2 bulan:

Kalau punya 3 jam/hari:

Blok WaktuSubtesDurasiPrioritas
Sesi 1PK + PU90 menitUtama
Sesi 2PBM atau LBI45 menitMenengah
Sesi 3PM atau review kesalahan30 menitPendukung
BufferLBE (2-3x/minggu saja)15 menitMaintenance

Kalau punya 4 jam/hari:

Blok WaktuSubtesDurasiPrioritas
Sesi 1PK60 menitUtama
Sesi 2PU60 menitUtama
Sesi 3PBM + LBI (bergantian)45 menitMenengah
Sesi 4PM30 menitPendukung
BufferLBE (3x/minggu)15 menitMaintenance

Jadwal harian detail dengan breakdown per minggu ada di: Jadwal Belajar Harian SNBT 2 Bulan.

💡

Alokasi ini bukan harga mati. Setelah 2-3 minggu, evaluasi progress per subtes dari hasil tryout dan sesuaikan alokasi. Subtes yang sudah naik signifikan bisa dikurangi waktunya, dialihkan ke yang masih stagnan.

Frequently Asked Questions

Subtes SNBT mana yang paling mudah?

Tidak ada subtes yang "mudah" secara universal — tergantung kekuatan individualmu. Tapi secara statistik, PK (Pengetahuan Kuantitatif) adalah subtes yang paling cepat naik dengan latihan karena pola soalnya terbatas dan bisa di-drill. Untuk siswa yang baru mulai belajar, PK dan PU biasanya memberikan peningkatan skor terbesar dalam waktu terpendek.

Berapa skor SNBT yang dibutuhkan untuk lolos PTN favorit?

Skor lolos sangat bervariasi tergantung PTN dan program studi. Untuk PTN top seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), atau Universitas Gadjah Mada (UGM), rata-rata skor yang kompetitif biasanya di atas 600 dari skala 1000. Tapi banyak program studi yang bisa dimasuki dengan skor 500-600. Cek data passing grade tahun sebelumnya untuk target yang lebih realistis.

Apakah benar SNBT menggunakan sistem IRT?

Ya, SNBT menggunakan Item Response Theory (IRT) untuk penilaian. Artinya, menjawab benar soal sulit memberikan skor lebih tinggi daripada soal mudah. Ini juga berarti tidak ada penalti untuk jawaban salah — jadi selalu jawab semua soal, jangan dikosongkan.

Subtes apa yang paling besar bobotnya di SNBT?

SNBT tidak mempublikasikan bobot per subtes secara resmi. Tapi karena menggunakan IRT, semua subtes berkontribusi terhadap skor akhir. Strategi terbaik bukan fokus ke "bobot terbesar" tapi fokus ke subtes di mana kamu bisa naik paling banyak — karena kenaikan 20% di PK memberikan dampak lebih besar daripada kenaikan 5% di semua subtes.

Kesimpulan: Fokus, Bukan Serakah

Kalau kamu ingat satu hal dari artikel ini, ingat ini: tidak semua subtes SNBT butuh waktu belajar yang sama.

Dengan waktu terbatas, strategi terbaik adalah:

  1. Prioritaskan PK dan PU — potensi kenaikan tertinggi
  2. Latih PBM dan LBI dengan teknik reading — bukan baca banyak buku
  3. PM secukupnya — fokus di topik yang sering keluar
  4. LBE minimal — maintenance, bukan target utama

Sekarang kamu sudah tahu harus fokus ke mana. Langkah selanjutnya: buat rencana harian dan mulai eksekusi.


Baca selanjutnya:

Tim Redaksi aimasukptn.com - Author

Tim Redaksi aimasukptn.com

Tim konten ahli persiapan SNBT dan seleksi PTN dengan pengalaman mendampingi ribuan siswa lolos PTN favorit

Verified Author

Kata Kunci

subtes SNBT paling mudah
subtes SNBT paling cepat naik
prioritas belajar SNBT
subtes SNBT yang harus difokuskan
ranking subtes SNBT

Siap latihan soal SNBT 2026?

Dapatkan akses ke ribuan soal SNBT terbaru dengan penjelasan AI tutor yang detail. Mulai berlatih sekarang dan tingkatkan peluang lolos PTN favorit!

Artikel Terkait