Teknik Mengerjakan Soal SNBT Cepat: Eliminasi, Skipping, dan Time Boxing
3 teknik mengerjakan soal SNBT lebih cepat: teknik eliminasi, strategi lewati soal, dan time boxing. Panduan taktis per subtes dengan contoh penerapan.

Teknik Mengerjakan Soal SNBT Cepat: Eliminasi, Skipping, dan Time Boxing
Kamu sudah belajar berminggu-minggu. Materi sudah dikuasai. Tryout skor naik. Tapi saat ujian sesungguhnya, banyak siswa gagal bukan karena tidak bisa, tapi karena kehabisan waktu.
SNBT memberikan sekitar 195 menit untuk ~125-130 soal. Artinya rata-rata kamu hanya punya 90 detik per soal, termasuk membaca, berpikir, dan memilih jawaban. Kalau kamu terjebak di satu soal sulit selama 3 menit, kamu kehilangan waktu untuk 2 soal mudah lain.
Artikel ini bukan tentang "belajar lebih keras." Ini tentang mengerjakan lebih cerdas di hari H.
Prinsip Dasar: Skor Maksimal, Bukan Soal Maksimal
Sebelum tekniknya, pahami dulu filosofi dasarnya:
Tujuanmu bukan menjawab semua soal. Tujuanmu adalah mendapatkan skor tertinggi dalam waktu terbatas.
Karena SNBT menggunakan sistem penilaian IRT (Item Response Theory), soal yang lebih sulit memiliki bobot lebih tinggi. Tapi soal yang mudah tetap memberikan poin. Jadi strategi optimalnya:
- Amankan semua soal mudah (jangan sampai skip soal yang bisa kamu jawab)
- Jawab soal sedang dengan teknik eliminasi (bukan tebak buta)
- Skip soal sulit yang butuh waktu lama (kembali kalau ada sisa waktu)
Kesalahan #1 siswa: menghabiskan 4-5 menit di soal sulit di awal, lalu panik dan asal jawab soal mudah di akhir karena waktu habis. Ini strategi yang terbalik total.
Teknik 1: Eliminasi Jawaban (Paling Berguna)
Teknik eliminasi adalah kemampuan mengurangi pilihan jawaban sebelum kamu memutuskan jawaban akhir. Ini mengubah soal dari "pilih 1 dari 5" menjadi "pilih 1 dari 2."
Cara Kerja Eliminasi
Langkah 1: Baca soal dan identifikasi apa yang ditanyakan (jangan langsung baca pilihan jawaban)
Langkah 2: Coret pilihan yang pasti salah berdasarkan informasi dari soal
Langkah 3: Dari sisa 2-3 pilihan, baru analisis lebih detail
Sinyal Jawaban Salah yang Bisa Dieliminasi
| Sinyal | Contoh | Kenapa eliminasi |
|---|---|---|
| Terlalu ekstrem | "Semua orang pasti..." | Soal SNBT jarang punya jawaban absolut |
| Tidak relevan | Menyebut topik yang tidak ada di teks | Jawaban harus berbasis informasi yang diberikan |
| Kontradiksi | Berlawanan dengan premis soal | Jawaban logis harus konsisten dengan premis |
| Terlalu spesifik | Detail yang tidak disebutkan | Jangan asumsi informasi yang tidak ada |
| Jawaban ganda | 2 pilihan yang bermakna sama | Salah satu (atau keduanya) pasti salah |
Eliminasi per Subtes
PU (Penalaran Umum):
- Soal silogisme: eliminasi jawaban yang melanggar hubungan premis
- Soal analogi: eliminasi yang hubungannya tidak paralel
- Soal pola: eliminasi yang tidak mengikuti aturan yang kamu temukan
PK (Pengetahuan Kuantitatif):
- Estimasi cepat: kalau soal hitung 347 × 28, jawaban pasti di sekitar 10.000. Eliminasi yang jauh dari range itu
- Cek satuan dan logika: jawaban negatif untuk soal jarak? Eliminasi
- Substitusi angka mudah: masukkan angka 0 atau 1 untuk tes jawaban
PBM (Pemahaman Bacaan):
- Eliminasi jawaban yang menambah informasi di luar teks
- Eliminasi yang terlalu general (tidak menjawab pertanyaan spesifik)
- Kalau ditanya "kesimpulan", eliminasi yang hanya mengulang fakta
LBE (Literasi Bahasa Inggris):
- Eliminasi jawaban yang secara tata bahasa salah
- Eliminasi yang menggunakan kata-kata yang tidak ada di passage
- Perhatikan kata "not", "except", "unlike" karena sering jadi jebakan
Teknik eliminasi efektif kalau sudah dilatih. Jangan baru pertama kali coba di hari H. Mulai latihan eliminasi di setiap sesi practice: sebelum memilih jawaban, biasakan coret minimal 2 pilihan dulu.
Teknik 2: Strategi Lewati Soal / Strategic Skipping
Ini teknik yang paling sulit secara psikologis, tapi paling berdampak pada skor.
Aturan 90 Detik
Beri dirimu maksimal 90 detik per soal. Kalau dalam 90 detik kamu:
| Situasi | Aksi |
|---|---|
| Tahu jawabannya | Jawab dan lanjut |
| Bisa eliminasi jadi 2 pilihan | Pilih yang paling mungkin, tandai, lanjut |
| Masih bingung total | Skip, tandai, lanjut |
Kenapa Skip Itu Rasional, Bukan Menyerah
Kalau kamu menghabiskan 4 menit di 1 soal sulit, kamu kehilangan waktu untuk ~3 soal mudah. Secara matematis:
- 1 soal sulit × 4 menit = mungkin benar, mungkin salah (50/50)
- 3 soal mudah × 1,3 menit = kemungkinan besar benar semua (lebih dari 90%)
Skor dari 3 soal mudah lebih dari 1 soal sulit. Selalu.
Cara Skip yang Efektif
- Tandai soal yang di-skip. Di sistem ujian komputer SNBT, ada fitur "tandai soal"
- Jangan tinggalkan kosong. Kalau terpaksa skip, pilih jawaban tebakan terbaik dulu (hasil eliminasi). Kamu bisa ganti nanti kalau ada waktu
- Kembali di 15 menit terakhir. Gunakan sisa waktu untuk revisi soal yang ditandai
Jangan skip terlalu banyak. Targetkan maksimal 10-15% soal yang di-skip. Kalau lebih dari itu, kemungkinan ada masalah di persiapanmu, bukan di teknikmu.
Teknik 3: Time Boxing (Alokasi Waktu per Subtes)
Time boxing artinya membagi total waktu ke setiap subtes sebelum ujian dimulai, lalu disiplin mengikuti alokasi itu.
Alokasi Waktu Optimal per Subtes
| Subtes | Jumlah Soal | Waktu Alokasi | Per Soal |
|---|---|---|---|
| PU (Penalaran Umum) | ~20 soal | 30 menit | 90 detik |
| PK (Pengetahuan Kuantitatif) | ~15 soal | 20 menit | 80 detik |
| PBM (Pemahaman Bacaan) | ~20 soal | 30 menit | 90 detik |
| PPU (Pengetahuan Umum) | ~15 soal | 18 menit | 72 detik |
| LBI (Literasi B. Indonesia) | ~20 soal | 28 menit | 84 detik |
| LBE (Literasi B. Inggris) | ~20 soal | 30 menit | 90 detik |
| PM (Penalaran Matematika) | ~15-20 soal | 27 menit | 90 detik |
| Buffer | - | 12 menit | Revisi |
| Total | ~125-130 soal | 195 menit | - |
Cara Pakai Time Boxing di Hari H
- Sebelum ujian: hafal alokasi waktumu per subtes
- Saat mulai subtes baru: lihat jam, catat deadline-nya
- Saat mendekati deadline subtes: selesaikan soal yang sedang dikerjakan, skip sisanya
- Buffer 12 menit di akhir: untuk soal yang ditandai
Tips penting: Kalau kamu selesai lebih cepat dari alokasi di satu subtes, jangan langsung pindah. Gunakan sisa waktu untuk periksa ulang jawaban di subtes itu. Skor yang aman di subtes mudah lebih berharga dari skor spekulatif di subtes lain.
Rangkuman Cepat: Teknik per Tipe Soal
Soal Bacaan Panjang (PBM, LBI, LBE)
Teknik: Baca pertanyaan DULU, baru baca teks
- Scan semua pertanyaan tentang teks itu (30 detik)
- Baca teks dengan fokus mencari jawaban pertanyaan (2-3 menit)
- Jawab satu per satu sambil scanning ulang bagian relevan
- Jangan baca setiap kata, cukup scanning kata kunci saja
Hemat waktu: 40-60 detik per set bacaan vs membaca seluruh teks tanpa arah
Soal Logika/Pola (PU)
Teknik: Coba hipotesis tercepat dulu
- Lihat pola yang paling jelas (urutan, pengulangan)
- Tes hipotesis itu di elemen terakhir yang diketahui
- Kalau cocok, jawab. Kalau tidak, coba hipotesis kedua
- Maksimal 2 hipotesis. Kalau dua-duanya gagal, eliminasi dan langsung pindah
Soal Hitungan (PK, PM)
Teknik: Estimasi sebelum hitung
- Estimasi range jawaban sebelum menghitung detail
- Eliminasi pilihan yang di luar range
- Kalau sudah tersisa 2 pilihan yang berdekatan, baru hitung detail
- Gunakan trik pembulatan: 49 × 52 ≈ 50 × 50 = 2500 (jawaban sebenarnya 2548)
Soal PPU (Pengetahuan Umum)
Teknik: Tahu atau skip
- PPU adalah subtes yang paling "hafalan", jadi kamu tahu atau tidak tahu
- Jangan habiskan waktu mikir soal yang materinya asing
- Jawab yang yakin, eliminasi + tebak yang tidak yakin, skip yang benar-benar blank
- Target waktu: 60-72 detik per soal, jangan lebih
Latihan Teknik-Teknik Ini
Teknik-teknik di atas hanya efektif kalau sudah dilatih. Jangan baru coba pertama kali di hari H.
Cara melatih:
-
Latihan eliminasi: Setiap kali latihan soal, WAJIB eliminasi minimal 2 pilihan sebelum memilih jawaban. Bahkan kalau kamu sudah tahu jawabannya.
-
Latihan time boxing: Kerjakan tryout dengan timer per subtes, bukan hanya timer total. Pasang alarm sesuai alokasi waktu di tabel atas.
-
Latihan skipping: Dalam tryout, kalau mentok lebih dari 90 detik, PAKSA dirimu pindah. Ini akan terasa aneh di awal, tapi setelah 3-4 kali tryout, jadi terbiasa.
Yang Sering Ditanyakan
Kalau di SNBT tidak ada sistem minus, harusnya jawab semua kan?
Ya, SNBT tidak ada pengurangan skor untuk jawaban salah. Jadi jangan pernah tinggalkan soal kosong. Kalau benar-benar tidak tahu, tebak setelah eliminasi. Peluang 20% (tebak acak) atau 33-50% (setelah eliminasi) tetap lebih baik dari 0% (kosong).
Apakah urutan pengerjaan soal harus sesuai nomor?
Tidak harus. Di sistem komputer SNBT, kamu bisa lompat ke soal manapun dalam satu subtes. Strategi yang efektif: kerjakan yang mudah dulu (scanning cepat semua soal, tandai yang sulit), lalu kembali ke yang sulit. Tapi ini cuma efektif kalau kamu sudah terbiasa, jadi latih di tryout dulu.
Teknik eliminasi tidak efektif kalau semua pilihan mirip. Bagaimana?
Kalau semua pilihan terlihat mirip, biasanya perbedaannya ada di detail kecil: satu kata yang berbeda, satu angka yang beda, atau satu kesimpulan yang sedikit berbeda. Baca ulang soalnya dan cari kata kunci yang menentukan. Kalau masih bingung setelah 90 detik: pilih yang paling "netral" (tidak ekstrem), tandai, dan lanjut.
Kesimpulan: Cerdas lebih dari Keras
Skor SNBT tertinggi bukan milik siswa yang paling pintar, tapi milik siswa yang paling efisien mengelola 195 menit.
3 teknik yang harus kamu kuasai:
- Eliminasi: kurangi pilihan sebelum memilih, naikkan akurasi tanpa habiskan waktu
- Strategi lewati soal: berani pindah dari soal sulit, kembali kalau ada waktu
- Time boxing: disiplin alokasi waktu per subtes, jaga buffer untuk revisi
Mulai latih teknik ini di tryout berikutnya. Kamu akan kaget seberapa besar bedanya di skor akhir.
Baca selanjutnya:

Tim Redaksi aimasukptn.com
Tim konten ahli persiapan SNBT dan seleksi PTN dengan pengalaman mendampingi ribuan siswa lolos PTN favorit
Kata Kunci
Siap latihan soal SNBT 2026?
Dapatkan akses ke ribuan soal SNBT terbaru dengan penjelasan AI tutor yang detail. Mulai berlatih sekarang dan tingkatkan peluang lolos PTN favorit!


