Pengetahuan Kuantitatif (PK) dan Penalaran Matematika (PM) sama-sama membutuhkan pemahaman matematika dan penalaran. Dalam kerangka UTBK-SNBT 2026 dari SNPMB, PK menekankan keluasan dan kedalaman pengetahuan matematika. PM menekankan penggunaan penalaran dan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah dalam konteks nyata.
Keduanya tidak terpisah secara mutlak. Soal PK juga bisa membutuhkan analisis, sementara soal PM juga membutuhkan konsep dan perhitungan. Perbedaan ini membantu mengarahkan latihan, bukan menebak subtes hanya dari panjang soal.
Perbandingan PK dan PM
| Hal yang dibandingkan | PK | PM |
|---|---|---|
| Kelompok tes pada UTBK 2026 | Tes Potensi Skolastik | Tes Literasi |
| Fokus dalam kerangka SNPMB | Pengetahuan matematika dan penggunaannya untuk berpikir serta mengambil keputusan | Merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika untuk menyelesaikan masalah |
| Contoh cara latihan | Pahami konsep, hubungan antarangka, dan langkah penyelesaian | Terjemahkan situasi menjadi model matematika, lalu periksa arti hasilnya |
| Jumlah dan waktu pada 2026 | 20 soal, 20 menit | 20 soal, 42,5 menit |
Jumlah dan waktu di atas adalah acuan 2026, bukan ketentuan yang sudah dipastikan untuk 2027. Baca pengumuman SNPMB untuk tahun ujianmu.
Contoh latihan PK
Contoh berikut dibuat untuk latihan dan bukan soal resmi UTBK.
Diketahui x + y = 18 dan x − y = 6. Berapa nilai x × y?
Jumlahkan kedua persamaan: 2x = 24, sehingga x = 12. Masukkan nilai itu ke x + y = 18, sehingga y = 6. Jadi, x × y = 72. Periksa kembali: 12 + 6 = 18 dan 12 − 6 = 6.
Contoh ini melatih hubungan dua persamaan aljabar. Soal PK yang sebenarnya dapat mencakup bentuk dan tingkat kesulitan lain. SNPMB mencantumkan bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, analisis data, serta peluang dalam cakupan PK 2026.
Contoh latihan PM
Contoh berikut juga dibuat untuk latihan dan bukan soal resmi UTBK.
Dua layanan antar memiliki tarif berbeda. Layanan A mengenakan biaya awal Rp 6.000 ditambah Rp 3.000 per kilometer. Layanan B mengenakan biaya awal Rp 12.000 ditambah Rp 2.000 per kilometer. Jika jarak perjalanan 8 kilometer, layanan mana yang lebih murah dan berapa selisih biayanya?
Biaya A adalah 6.000 + 3.000 × 8 = Rp 30.000. Biaya B adalah 12.000 + 2.000 × 8 = Rp 28.000. Jadi, layanan B lebih murah Rp 2.000 untuk perjalanan 8 kilometer.
Untuk jarak lain, biaya dapat berubah. Misalnya, pada 6 kilometer keduanya sama-sama Rp 24.000. Karena itu, kesimpulan bahwa B lebih murah pada contoh ini berlaku untuk jarak yang ditanyakan.
Contoh ini menunjukkan langkah mengubah situasi menjadi perhitungan, lalu menafsirkan hasilnya. Soal PM tidak selalu berbentuk cerita seperti ini dan dapat memerlukan penalaran yang lebih kompleks.
Cara belajar jika PK atau PM masih rendah
Mulai dari hasil latihan yang kamu punya. Catat soal yang salah dan jelaskan pada langkah mana kamu mulai bingung.
- Jika konsepnya belum paham, pelajari kembali konsep itu dan coba soal sederhana.
- Jika kesulitan memahami konteks, tulis informasi yang diketahui, yang ditanyakan, dan hubungan keduanya sebelum menghitung.
- Jika sering salah hitung, tinjau kembali langkah dan satuan yang kamu gunakan.
- Jika waktu habis, catat soal yang menyita waktu saat latihan dan coba strategi lain pada latihan berikutnya.
Setelah membaca pembahasan, coba soal lain tanpa melihat jawaban. Gunakan panduan membaca hasil tryout untuk menentukan topik mana yang perlu kamu prioritaskan.
Apakah harus belajar PK sebelum PM?
Tidak ada urutan wajib yang berlaku untuk semua siswa. Jika konsep dasar suatu soal belum kamu pahami, pelajari konsepnya dahulu. Jika konsepnya sudah cukup tetapi kamu kesulitan menerapkannya dalam situasi baru, latih cara membuat model dan menafsirkan hasil.
Untuk mencoba soal dan memantau latihanmu, buka latihan soal aimasukptn atau lihat event tryout. Periksa ketentuan akses pada event yang kamu pilih.

